…
Aku hanya
memerhatikanmu dari sudut dunia maya yang tak tersentuh. Aktivitas
sehari-harimu kupantau lewat tulisan bisu bernama facebook. Hari berganti
minggu, minggu berganti bulan, sudah hampir 2 tahun lebih sejak aku pertama
kali menambahkanmu sebagai teman di Facebook, sejak itu aku diam-diam
memperhatikanmu tanpa berani menyapamu lebih dulu, tanpa mau mengusik
aktivitasmu. Itulah aku, yang diam-diam memerhatikan sosokmu. Dan tanpa sadar
aku sedikit memberanikan diri untuk mengganggu aktivitasmu, memulai dengan
dialog-dialog ringan, dan kita pun mulai saling memberanikan hati untuk membuka
diri.
Masih ingatkah
dengan sepotong kata itu? Kata yang mampu mengubah semuanya, satu kata yang mampu mengisi tahun itu dengan
kebahagian-kebahagiaan kecil, satu kata yang mampu menjadikan hari-hariku
begitu berwarna. Kalimat “ hey” yang mampir ke dalam inbox-mu benar-benar
membawa kebahagian kecil buatku, kau jawab dengan santai dan riang, kita
tertawa, lalu kita bercanda, lalu kita saling berbicara, walau hanya sekedar
lewat tulisan, walau hanya melalui jentikan jemari di keyboard handphone.
Kala itu 25
Maret 2011, setelah kedekatan kita yang aku rasakan, mungkin apakah kau masih
ingat secuil kalimat yang aku ungkapkan malam itu? Kalimat sederhana namun
sungguh-sungguh yang menjadi awal dari semuanya,kalimat yang entah mengapa
membuat lidah ku kaku walaupun tanpa ku ucapkan langsung, kalimat “
maukah kau menjadi kekasihku?”.
Lama ku menunggu jawabmu, lalu kau menjawab “ya, aku mau jadi kekasih mu”.
Ya!, aku ingat sekali dengan jawaban itu.
Sementara aku
dan kamu membiarkan semuanya mengalir, entah mengapa selalu ada senyum kecil
tiap kali sms-mu nongol di inbox handphone-ku. Entah mengapa
selalu ada kupu-kupu yang menari di perutku setiap kali perhatian sederhana
yang kauberikan menghangatkan hari-hariku. Kamu sempat menjadi sebab senyum dan
tawaku setiap harinya.
Kamu, wanita
cerdas yang begitu menyukai winnie the pooh. Wanita dengan pola pikir yang
sampai saat ini sangat sulit aku tebak. Ingat waktu kita pernah bercanda banyak
hal konyol tentang boneka kesayangan mu? Aku yang selalu menamai boneka mu yang
selalu aku panggil si winnie dan monk, kamu yang menjaga nya yang selalu
memeluk nya saat terlelap. Alangkah indahnya masa-masa itu, masa dimana masih
ada kamu dan masih ada kata “ kita “. Masa dimana aku masih
begitu mudah menghubungimu tanpa takut mengganggumu.
Kamu, si wajah
padang dengan mata indah. Si kulit putih yang jago nulis dengan tangan kiri. Si
cerdas mantan anggota bendahara osis. Siswi salah satu sekolah swasta di Jambi.
Si jutek yang terkadang menjadi pemalu. Anak IPA dengan jiwa sosial tinggi.
Wanita yang tak suka berdebat. Wanita yang sangat menyukai pena tinta dengan
ujung yang sangat kecil yang kemana-mana selalu di letakkan di kantong baju.
Ah, apa yang tidak kuketahui tentangmu? Hanya tak cukup jika ku tuliskan
disini. Semua hal tentangmu tak pernah kecil di mataku.
Dua tahun sudah
peristiwa itu berlalu, kini aku lanjutkan hidupku, dan kau lanjutkan hidupmu.
Kita punya jalan masing-masing, kita punya ruang dan waktu masing-masing, aku di
Yogya, kamu di Yogya, entah mengapa jarak yang dekat pun sekarang terasa jauh.
Jarak tak pernah adil, tak mampu menyatukan kita kembali yang begitu berbeda.
Setidaknya,
kaupernah datang dalam hidupku dan mengajari banyak hal. Dalam waktu singkat
aku mengenalmu, dalam waktu yang lama, aku masih mengingatmu. Masih ingatkah
kamu dengan lagu yang selalu kita dengarkan bersama? “ Ternyata Cinta “ yang
dinyanyikan oleh Anji. Ada syair yang sama-sama kita suka, “ Ternyata cinta yang
menguatkanku.” Yayaya! Kamu memang membuatku jatuh cinta! Entah
bagaimana perasaanmu?
Aku menulis ini
ketika “ Ternyata Cinta “ menyentuh lembut gendang telingaku. Tiba-tiba
wajahmu muncul, perhatianmu kembali hadir di otakku, sungguh aku tak mau
peduli, lagu ini benar-benar menyudutkanku setengah mati! Sebuah lagu memang
mampu menjebloskan seseorang kembali mengingat masa lalunya. Tiba-tiba saja aku
merindukanmu! Sial! Padahal sudah ku lakukan berbagai cara. Tapi, itulah
sebabmu hadir dalam hidupku, menghasilkan rindu walau bagaimanapun cara
menyangkal nya hingga saat ini. 2 tahun lebih kisah itu ada dan kau masih tetap
yang terindah.
Selamat tanggal
25, si chabi dengan sejuta kejutan, si chabi si calon sarjana !! ;)